Senin, 06 Juni 2011

Gadis Bukan Perawan


Kehebatan Pahlawan Devisa
Oleh
Della Restatesela
2222090269
DIKSATRASIA (3A)

Sastra merupakan sebuah istilah yang melingkupi karya sastra. Roman, puisi, novel, cerpen merupakan karya sastra yang sudah ada sejak jaman dahulu. Orang yang suka membuat karya sastra disebut ‘Sastrawan’.
Sastrawan tidak harus sekolah tinggi, bahkan seorang anak sekolah dasar mampu menuliskan sajak untuk ibunya. Karya sastra tidak juga berisikan imajinasi namun hal tersebut tidak di pungkiri untuk membangun karya sastra agar lebih hidup. Karya sastra bisa juga disuguhkan berdasarkan realitas dan dengan imajinasi tentunya agar karya sastra tersebut semakin berwarna seperti yang dilakukan oleh Jenny Ervina dalam kumpulan cerpen Gadis Bukan Perawan. Jenny Ervina bukanlah seseorang yang berlatar belakang pendidikan tinggi, ia hanya seorang penulis yang perprofesi sebagai TKW di Taiwan. Karya ini berdasarkan realitas yang sering kali terjadi pada para TKW, penulis membuat pembaca mengenali sesosok yang kita kenal sebagi pesuruh yang dengan segala mimpi mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Namun dalam perjalannya sering kali tidak sesuai dengan harapan, caci maki sudah menjadi hal yang biasa, ‘bogem mentah’ pun terkadang menjadi hidangan manis pada sebagian pekerja, maka berutunglah mereka yang mendapatkan majikan yang bisa sedikit saja mempunyai rasa belas kasih. Dan dengan membaca kumpulan cerpen ini, kita dapat mengenal para pahlawan devisa secara lebih dekat.
Dalam kumpulan cerpen ini, ada beberapa cerpen yang menggambarkan pahit dan manisnya menjadi seorang pekerja rumah tangga, dengan segala harapan yang tinggi agar dapat merubah kehidupannya menjadi lebih baik, seperti dalam cerpen berjudul Gadis Bukan Perawan. Dalam cerpen ini para pembaca di buat bertanya-tanya oleh judul yang dipilih. Tokoh utama dalam cerpen tersebut bernama Gadis seorang TKW di Taiwan dengan seluruh mimpinya merubah kehidupannya di Indonesia, dengan janji terhadap ibunya bahwa ia tak akan pulang sebelum mampu membangun rumah untuk ibunya, ia rela menjual harga mahal yaitu keperawanannya yang seharusnya ia suguhkan untuk Kak Bayu, lelaki yang menikahinya secara sah. Namun semua itu Gadis lakukan demi keluarga di Indonesia senang. Alur dalam cerpen ini campuran. Awal kisah, Gadis menikah dengan Kak Bayu, namun di saat malam pertama, pengarang meperlihatkan kegelisahan Gadis dan membawa pembaca ke masa 3 tahun lau disaat Gadis masih menjadi TKW. Pengarang begitu jelas menggambarkan kekejaman majikan dan juga kebaikan seseorang yang mengharapkan imbalan dan harus dibayar mahal dengan hilangnya kehormatan. Setelah itu kembali pada masa kini dimalam berikutnya sebagai sepasang pengantin baru, dan malam itu adalah pengakuan soerang Gadis bahwa ia tak lagi perawan. Pada cerpen ini, pengarang membuat akhirnya menggantung, sehingga membuat pembaca bertanya-tanya apa reaksi Kak Bayu sebagai suami Gadis yang mengetahui bahwa Gadis tak lagi perawan.
Bukan hanya kisah pilu yang dialami para TKW yang disajikan dalam kumpulan cerpen Gadis Bukan Perawan, kisah yang tak kalah indahnya meski awalnya menderita bagaikan pribahasa “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” cerpen ini berjudul Persembahan Untuk Ina. Dalam cerpen ini, sudut pandang pengarang adalah seorang kakek “Akong” yang memperkerjakan Ina seorang TKW asal Indonesia sebagi perawatnya. Dalam cerpen ini, pengarang mengajak pembaca mengenali lebih dekat sosok majikan yang tetap menyuruh Ina sebagai perawat melakukan pekerjaan disaat matahari sedang bertukar jam dengan sang rembulan, walaupun mata Ina terkantuk-kantuk, ketika tengah malam sang kakek meminta Ina untuk mengganti pempers dan terkadang Ina harus rela bangun tengah malam untuk memijat kaki sang majikan. Cacian juga kerap kali Ina rasakan jika ia salah melakukan sesuatu. Dalam cerpen ini juga terlihat jelas bahwa pekerjaan seperti ini menyita waktu, bahkan waktu untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim yang taat pun harus bernegosiasi dengan sang majikan. Maka sabar adalah kata kunci untuk Ina. Dari kesabaran dan ketulusan Ina, ketika sang majikan tutup usia, majikan mempersembahkan Ina sebuah rumah yang ia tempati sewaktu mengurus majikannya.
Dalam kumpulan cerpen Gadis Bukan Perawan, tidak hanya kisah para buruh migrant yang ada di dalamnya, ada beberapa kisah percintaan diantaranya cerpen berjudul Antara Anyer dan Jakarta, Bunga Terakhir, Jerawaaatt!, Korban Mode, Karena Tuhan Mencintaiku, My Broken V’day, Suatu Malam di Pantai Anyer, The Rainly Day With Lulu, Tiada Cinta Tak Terganti, dan Aku Cinta Ummi Karena Allah yang merupakan bentuk cinta anak terhadap ibunya. Cerpen tersebut nampaknya kurang mengena bagi sebagia pembaca, karena beberapa diantaranya kurang tersaji secara matang.
Ada beberapa cerpen dalam kumpulan cerpen Gadis Bukan Perawan yang kisah akhirnya menggantung, seakan-akan pembaca dibuat penasaran oleh pengarang seperti cerpen Gadis Bukan Perawan, Antara Anyer dan Jakarta. Dalam cerpen Antara Anyer dan Jakarta tidak jelas apa yang akan disampaikan oleh pengarang, apakah Natalia menikah dengan kekasihnya atau dengan Permana sebagai tokoh utama. Dan tidak ada kejelasan apa yang dilakukan meraka dari Jakarta menuju Anyer, apakah hanya untuk Permana agar bisa mengutarakan isi hatinya kepada Natalia?
Dari beberapa cerpen yang ada dalam buku ini, selain berlatarkan Taiwan tempat para TKW Indonesia menggantungkan mimpi, Anyer menjadi tempat yang pengarang pilih. Sepertinya pengarang begitu terkesan dengan daerah Anyer, bahkan ada cerpen yang judulnya berkaitan dengan Anyer.
Dalam kumpulan cerpen ini, cerpen-cerpen yang bertemakan tentang para TKW, isinya lebih terlihat indah dan membekas dihati para pembaca dibandingkan dengan cerpen-cerpen yang isinya seperti apa adanya seperti cerpen yang berjudul Jerawaaatt!, Korban Mode cerpen tersebut sepertinya kurang matang untuk dimasukkan kedalam buku ini. Sepertinya pengarang kurang tegas apa yang akan disampaikannya, beda dengan cerpen-cerpen tentang para pahlawan devisa. Dari semua cerpen yang mengisahkan para TKW, pengarang seakan tegas dan mendetail memaparkannya, sehingga para pembaca meninggalkan kesan tersendiri.
Setelah membaca kumpulan cerpen ini kita dapat mengenal kehebatan para pahlawan devisa ini. Mereka adalah seseorang yang berani mengambil keputusan besar meninggalkan orang-orang yang menyayanginya demi merubah kehidupan dan menggantungkan segala mimpi mengubah kehidupan menjadi lebih baik lagi walaupun pahit yang mereka rasa.

1 komentar: